Pusat Tunggu Berau, Tuntaskan Pekerjaan Jalan dan Jembatan Penghubung Dermaga
Bupati
Sri Juniarsih didampingi Wabup Gamalis didampingi Kepala Dinas
Perhubungan Durahman dan Dinas Pekerjaan Umum Daerah meninjau pekerja jalan
bebas hambatan Mataritif termasuk pekerjaan jembatan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TANJUNG
REDEB-Pembangunan
Demaga di Lungsuran Naga Mangkajang dibangunkan Pemerintah Pusat (Pempus) tahun
2009 dan rampung tahun 2021 , namun keberadaannya mangkrak hingga saat ini.
Penyebabnya, masih belum tuntasnya pekerjaan
jalan dan jembatan yang menghubungkan ke Dermaga, sementara menuntaskan
pekerjaan jalan tembus bebas hambatan itu setidaknya tidak sedikit dana harus
dikeluarkan Pemkab Berau yakni sebesar Rp 95 Milyar.
Menurut
penjelasan Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurahman U , Pemkab Berau
sudah dapat solusi, dimana solusi pendanaan mendapat dukungan dana
Bantuan Keuangan dari Pemprop Kaltim.
“Bantuan Bangkeu senilai Rp 95 Milyar itu
akan digelontorkan tahun 2022 mendatang, mudah mudahan semua berjalan lancar
dan sesuai harapan,”jelas Durahman baru-baru ini
dikantornya.
Sebenarnya
lanjut Abdurahman U , jalan bebas hambatan saat ini sebagian besar sudah
dikerjakan Pemkab Berau sepanjang 25 kilo, karena memang sesuai kesepakatan
Pusat yang membangunkan Dermaga sedangkan jalan yang menghubungkannya APBD
berau yang membiayai.
“ Besaran dana Rp 95 Milyar diperuntukkan
untuk menuntaskan jalan sepanjang 2 Kilo lagi dan menuntaskan jembatan
penghubung yang saat ini baru tiang pancang. ,”terang Abdurahman.
Seperti
diketahui opsi yang memungkinkan solusi mengatasi kegiatan bongkar muat di Kabupaten
Berau adalah menunggu dermaga yang akan buka di Gurimbang.
Alternative paling memungkinkan sebelum
dermaga di Mangkajang ini adalah dermaga Swasta nanti di Gurimbang.
Melihat kondisi itu Bupati Berau Sri
Juniarsih bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis juga di dampingi Kadishub serta
Kadis PUPR disel-sela melaksanakan peninjauan ke beberapa titik di Kecamatan
Sambaliung salah satunya Dermaga yang pembangunannya mangkrak di Lungsuran Naga
Mangkajang, pada Jumat (30/7) lalu. (sep/adv)